Akhirnya, setelah beberapa lama ga' upadte, aq buka lagi blog ini..
Oiya, kemaren2 aq iseng2 browsing k laman2 web Malasya, n ternyata ada persoalan yang mendesak yg sedang d bahas dalam forum tsb. Persoalan yg sedang d bahas adalah, BAGAIMANA TERUKNYA JULUKAN BABIPUTRA bagi BABIPUTRA2 Malasya..ga' nyambung yach!
he he he. ga' kq, masalah yg d perbincangkan adalah masalah2 yg sedang dihadapi BABIPUTRA2 Malasya saat ini.
Ada beberapa masalah Melayu yang coba d angkat, dan akhirnya sampailah pada kesimpulan mereka. Aku coba untuk menyampaikan (mudah2an BABIPUTRA2 Malasya tengok masalah urgent ini..he he he)
Adapaun Inti dari permasalahan tersebut adalah sebagai berikut (walau terlihat sangat tipikal BABIPUTRA).
Masalah Malasya 1
1. PELUPA
Hal ini bisa d maklumi, mungkin karena BABIPUTRA2 Malasya udah merasa tua kali ya. Tapi penyebab utama sifat pelupa begitu melekat dalam diri BABIPUTRA2 Malasya adalah, kegemaran mereka akan aktivitas b'onani/masturbasi. Aktivitas itu mereka lakukan karena ketidakberdayaan mereka untuk mendapatkan pasangan, makanya mereka cenderung menyukai aktivitas onani/masturbasi tadi. Sebagaimana kita ketahui, salah satu dampak negatif dari seringnya melakukan onani/masturbasi secara psikologis adalah menurunnya tingkat daya ingat. Oiya, ketidakberdayaan mereka jg b'imbas pada meningkatnya aktivitas hubungan seks sedarah (incest)..(lihat post).
2. JANJI TAK DITEPATI
Tapi janji..bilang janji..no comment, cz aq tak pernah buat janji sama Babi..
ha ha ha ha ha.
3. PERBALAHAN
Perbalahan ini biasanya d sebabkan oleh hal-hal yang sepele, misalnya soal rebutan cewek or soal tidak kebagian nasi lemak.
4. KEGEMARAN MENGHISAP DADAH
Sudah Tahu kan...
5. TIDAK BERSATU
Salah satu sifat tipikal BABIPUTRA, mereka lebih mementingkan urusannya sendiri2 ketimbang bersatu padu untuk memperjuangkan hak mereka, hak yg tidak mereka sadari telah dirampas oleh kaum lain. Asal Duli Yang Maha Murtad bisa menutup pantat mereka dg kemewahan (padahal kemewahan itu sendiri cm dinikmati oleh minoritas), masa bodohlah dg politik! Tidak peduli kaum lain memberi gelaran BABIPUTRA, yang penting ada beras, kote keras, bini puas (biar tak serong sm lelaki Bangla)..!
6. PEMAKANAN
Artinya d sini, salah satu sifat BABIPUTRA Malasya adalah kegemaran mereka makan teman sendiri, dalam hal apa saja, misalnya dalam hal bisnis, pasangan hidup (kita meleng, pacar/istri kita d embat!) dan lain-lain. Yang lebih parah adalah kegemaran mereka memakan saudara mereka sendiri! adik pompuan mereka biasanya takut kena rogol d jalan, eh pas sampe rumah..ABANG SENDIRI yang ngembat, begitu jg istri2 paman.
7. MAT REMPIT,MEROKOK
Salah satu budaya kebanggaan BABIPUTRA Malasya, sedang d usahakan untuk menjadi salah satu warisan dunia d UNESCO.
8. AMBIL MUDAH
Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama-sama, bahwa salah satu sifat tipikal BABIPUTRA2 Malasya adalah PEMALAS! Berhubungan dg sifat itu, hampir seluruh BABIPUTRA2 Malasya lebih menyukai mengambiljalan pintas untuk segala hal. Jangan d kira cuma d Indonesia ada praktek perdukunan, d Malasya jauh lebih parah, cm tidak t'ekspose aja. BABIPUTRA2 Malasya menyebut dukun dg sebutan Bomoh, nah para bomoh ini sering d mintai bantuan oleh BABIPUTRA2 Malasya, terutama d mintai untuk membantu mencari jodoh, mendapatkan keturunan, mendapatkan kekayaan, dll. yg paling terkenal adalah bomoh2 d datangi setiap malam jumat guna d mintai nombor yg akan keluar sabtu esok..hahaha.
9. TERLALU LEMAH
Disini maksudnya adalah, ketidakberdayaan BABIPUTRA2 terhadap sistem yg berlaku. Sebagai contoh, kita ketahui bahwa media2 massa d Malasya begitu d kekang dan selalu menjadi alat kerajaan, corongnya kerajaanlah. Sementara untuk menyuarakan suara hati nurani BABIPUTRA, mereka tak de daya. Keterbatasan akses informasi ini menyebabkan minimnya pengetahuan BABIPUTRA2 terhadap apa yg sedang berlaku d Malasya saat ini, kecuali sekedar informasi tentang tindak kriminal, mat rempit, minah rempit, rogol merogol. Makanya media2 massa Indonesia jauh mereka gemari ketimbang media massa mereka sendiri n akibatnya mereka menjadi sedikit terbuka wawasan mereka n mereka bisa belajar dari situ, salah satu dampak positif media Indonesia..he he he. Sementara itu pihak oposisi n remaja2 BABIPUTRA yg agak "pinter" cuma bisa menyuarakan jeritan hati mereka dalam blog2 atau media massa yg bersifat maya, seperti Utusan Malaysia, MalaysiaKini, TV3 Forum, dan forum2 lain. Begitu terkekangnya mereka hingga untuk pihak oposisi harus kucing2an dg pihak IT kerajaan bila ingin menyuarakan jeritan hatinya, cz ISA selalu memantau semua laman2 web mereka.
10. TIDAK IKUT ARAHAN
Ini juga merupakan tipikal BABIPUTRA2 Malasya yg mengacuhkan kedisiplinan, baik itu kedisiplinan kerja (mungkin cz mereka bekerja d negeri sendiri, walau cuma sbg office boy, cleaning service n portier2 d bandara2, hotel2, restoran2 mewah. Ketidakdisiplinan ini sering jg ditunjukkan dg menempeleng CikGu2 mereka sendiri!
11. TIDAK BERSUNGGUH
12. MENUNDAKAN KERJA
Ini Menyangkut sifat pemalas tadi.
13. TIDAK IKHLAS
14. MATLAMAT TIDAK JELAS
No comment..!!
15. TIDAK HARGAI MASA
16. TAMAK
Ketamakan BABIPUTRA2 Malasya udah kita saksikan sendiri, udah dapat Sipadan n Ligitan, masih menginginkan Ambalat, udah tak tau malu, tamak pulak! kah..kah..kah.
17. HASAD DENGKI
Sifat ini begitu melekat dalam diri setiap BABIPUTRA2 Malasya. Mereka tidak senang atas keberhasilan orang lain, tetangga sendiri or saudara sendiri. Kedengkian mereka juga d tunjukkan kepada keberhasilan2 Bangsa Indonesia d segala bidang, hingga satu masalah kecil d Indonesia akan menjadi isu yg sangat besar d Malasya..tahniah!
18. PENTINGKAN DIRI
Lihat point 5
19. SOMBONG
Anak SD kelas lima aja tahu, betapa sombongnya BABIPUTRA2 Malasya, kelak bila sifat itu tidak cepat menghilang dari tiap2 tubuh BABIPUTRA, sifat itu akan menghancurkan dan membinasakan BABIPUTRA2 itu sendiri, yang akan menyebabkan terhapusnya Malasya dr peta dunia!......... percayalah!
20. PEMALAS
Sifat original BABIPUTRA2 Malasya, telah d klaim n d usahakan sebagai salah satu warisan dunia d UNESCO..Tiada pekerjaan yg d sukai oleh BABIPUTRA2 Malasya, selain jadi Mat Rempit, Merempat, Merempit, Sekodeng dan...TIDUR!
Jadi inget lagunya (alm) Mbah Surip..Bangun tidur, tidur lagi..bangun lagi, tidur lagi..banguuuuuunnn...tidur lagi...ha ha ha ha ha, I luph U Full..Indonesia!
Masalah Melayu II..he he he
1) Kurang pandai
2) Kurang sopan
3) Malas
4) Bodoh sombong
5) Lurus sangat
6) Buat kerja suka tangguh-tangguh
7) Marah tidak tentu pasal
8) Tidak berdisiplin
9) Pelupa
10) Selalu mungkir janji
11) Suka buang masa
12) Tidak menepati masa
13) Cakap tak serupa bikin
14) Cepat terpengaruh
15) Suka berboros
16) Suka berhutang
17) Habis madu sepah dibuang
18) Tidak kenang budi
19) Terburu-buru
20) Tidak penyabar
Org Melayu is so predictable. Contoh2 nya:-
1. Masa cuti sekolah la kebanyakkan org Melayu akan buat kenduri kahwin. Tak la salah tapi so typical.
2. Sales tak kira akhir tahun atau Krismas atau apa2 jenis sales, yg memenuhkan pasaraya Alamanda, Mid Valley, Sogo dlln org Melayu kita. Padahal diaorang nak abiskan stock.
3. Grad dari universiti berpusu2 kerja dgn gomen tak kira la luar negara atau dlm negara. Sibuk sgt nak la nak jadi PTD. Lepas tu sibuk la nak naik Jusa. Tikam sana, cable sini, contact situ. Apa boleh jadi kaya ke kerja gomen. Lain la kalau under table. Ha! SPRM la nampaknya.
4. Segala mcm cuti org Melayu yg memenuhkan highway. Yg memenuhkan Genting Highlands, Cameron Highlands, Pulau Pinang, Langkawi dlln.Cuti raya sampai seminggu. Cuti Krismas pun kalau boleh ambil seminggu juga. Tak produktif lansung.
5.Kalau buat business mesti kena ada connection. Dgn menteri, dgn Adun, dgn kerabat Raja. Kalau tak ada tak boleh jalan.
6. Bowling kat US tahun 1980an tiada sapa main sebab dah basi. Bila bawa ke sebelah sini, naik balik. Dan di Malaysia, org Melayu la yg banyak main bowling. Tak percaya, pergi tengok kat bowling alley kat mana2 pasaraya.
Kalau difikirkan...ada la puak lain yg ingin mengambil kesempatan memang la tersangat mudah. Manipulate sikap dan attitude kita org Melayu dan mereka akan berjaya.
Melayu Sememang Haibat...!!!
Seronok bila tajuk ni Nak tergelak & tergolek pon ada...
SIAPA KATA MELAYU TAK HEBAT....
NANTI SAYA HURAIKAN BAHAWASANYA MELAYU NI HEBAT..
KEBANYAKKAN MELAYU YANG HEBAT i.e:-
1. DENGKI (Menang Hebat)
2. KHIANAT (Lagi Hebat)
3. JATUHKAN BANGSA SENDIRI (Ini pon Hebat)
4. BUAT KERJA KHURAFAT (Memang Hebat)
5. MAIN JUDI (Hebat Sekali)
6. MAKAN MAKANAN HARAM (Hebat Sesangat)
7. MENGUTUK (Hebat terlalu Hebat)
8. SUPPORT BARANGAN KAPIR HARBI (Hebat tak terhingga)
9. TAK SUKA BUAT KEBAIKAN (Hebat sungguh)
10. KUTUK ORANG YG NAK BUAT KEBAIKAN (Hebat Juga)
11. PERABIH BOREH (Hebat sentiasa)
12. MEREMPIT (Hebat nomor Wahid)
13. HISAP DADAH (Hebat Tak terkata)
14. POLITIK TIPU BANGSA (Hebat tiada siapa boleh tiru)
15. RASUAH (Hebat yg disukai pengamal)
Laaaaa.... dah 15 dah kehebatan MELAYU tu... So sapa kata melayu tak hebat.
Jadi tu lah kehebatan MELAYU yg boleh di panggil JUARA saentaro pelusuk bumi ALLAH ni...
Jadi KEHEBATAN MELAYU cuma itu lah yg boleh dibanggakan... Nak marah ke, korang marah la... Aku pon MELAYU tapi sedih bila MELAYU cuma JUARA & JAGOH seperti yang disebut... Bila lah kita MELAYU ni mau sedar KENDIRI...
MELAYU MEMANG HEBAT....
Sendri mau INGAT HAH....
Jangan MARAH HAHHHHHHH....
Tiada Melayu yang hebat!
BINCANG : Tiada Melayu yang hebat Ciri-ciri hebat orang melayu - menang sorak kampung tergadai. Sekarang benih yang disemai adalah orang Melayu tidak pernah hebat. Sehebat mana pun yang dilakukan untuk orang Melayu, Mahathir tetap tidak hebat. Tiada Melayu yang hebat, Pada pendapat saya, jangan kita dipergunakan. Jangan apa yang kita rumuskan hari ini membawa padah kepada anak-anak kita masa hadapan. Kita harus sedar mengapa kita disogok oleh perkara-perkara mistik begini. Pendapat saya: supaya kita lalai dalam ekonomi, supaya kita penuh dengan masalah perpecahan, supaya kita leka dalam keselesaan konon dengan apa yang telah kita capai. Supaya kita tiada keyakinan terhadap pemerintah Melayu, Supaya kita kuasa politik orang Melayu lemah. Jangan diri dipergunakan. Ramai sudah yang tersengih, ramai sudah yang menangis. Dalam kalangan Asean, hanya Malaysia, Brunei dan Thailand sahaja yang bersistem pemerintahan ber Raja. Indonesia, Singapura dan Filipina telah pun ber Presiden. Pada pendapat saya, pembubaran Getman Timur dan pembentukan EU - European Union - adalah sebahgian matlamat dalam Orde Baru Dunia
Itulah beberapa masalah yang dihadapi BABIPUTRA2 Malasya saat ini.. semoga menjadi acuan bagi BABIPUTRA2 Malasya untuk berusaha meningkatkan taraf mimpinya k jenjang yang lebih tinggi..kah..kah..kah..ups! ha ha ha ha.
Read More..
Baca selengkapnya..
Jumat, 12 Maret 2010
Jumat, 05 Maret 2010
Istri Ditiduri oleh Mat Bangla
MELAKA: Takut tembelangnya bermain kayu tiga terbongkar, seorang wanita menangis teresak-esak sambil merayu anggota penguat kuasa Jabatan Agama Islam Melaka (Jaim) tidak memberitahu suaminya bahawa dia ditahan khalwat.
Wanita berusia 30-an itu dicekup jam 2.45 petang semalam bersama lelaki warga Bangladesh berusia 30 tahun kerana berkhalwat di sebuah bilik di hotel bajet di Jalan Bunga Raya di sini.
Ibu kepada seorang anak itu seperti kehilangan punca sehingga dia hampir menarik tangan seorang anggota penguat kuasa Jaim yang menahannya sambil merayu.
Ketua Pegawai Penguat Kuasa Agama Jaim, Rahimin Bani, berkata bertindak atas maklumat, dua anggota penguat kuasa ke hotel itu untuk membuat pemeriksaan.
Katanya, ketika mengetuk pintu sambil membuka tingkap depan, mereka mendapati seorang wanita menuju ke bilik air manakala lelaki sedang berdiri.
“Lelaki itu membuka pintu dan pemeriksaan lanjut menemui wanita terbabit berada di bilik air dipercayai mahu menyalin pakaian.
“Soal siasat mendapati pasangan terbabit mengaku sudah melakukan mukadimah zina, tapi berhenti apabila bilik hotel mereka diketuk.
“Siasatan lanjut mendapati pasangan itu tiada hubungan mahram dan lelaki berkenaan bukan Islam,” katanya.
Rahimin berkata, wanita itu yang juga pekerja kilang merayu agar tidak memberitahu suaminya bahawa dia ditahan dengan memberi alasan mereka pertama kali tidur bersama.
Katanya, siasatan mendapati wanita itu bekerja syif malam dan singgah di hotel berkenaan bersama lelaki terbabit dengan keretanya.
“ Pasangan itu mendakwa baru dua bulan berkenalan, tapi bekerja di kilang berasingan.
“Lelaki itu juga sudah berumah tangga dan isterinya di Bangladesh,” katanya.
Beliau berkata, pasangan terbabit ditahan mengikut Seksyen 53, Enakmen Kesalahan Syariah Negeri Melaka 1991, kerana bersekediaman dengan bukan mahram.
“Sabit kesalahan boleh didenda RM3,000 atau penjara 24 bulan atau kedua-duanya,” katanya
Read More.. Baca selengkapnya..
Wanita berusia 30-an itu dicekup jam 2.45 petang semalam bersama lelaki warga Bangladesh berusia 30 tahun kerana berkhalwat di sebuah bilik di hotel bajet di Jalan Bunga Raya di sini.
Ibu kepada seorang anak itu seperti kehilangan punca sehingga dia hampir menarik tangan seorang anggota penguat kuasa Jaim yang menahannya sambil merayu.
Ketua Pegawai Penguat Kuasa Agama Jaim, Rahimin Bani, berkata bertindak atas maklumat, dua anggota penguat kuasa ke hotel itu untuk membuat pemeriksaan.
Katanya, ketika mengetuk pintu sambil membuka tingkap depan, mereka mendapati seorang wanita menuju ke bilik air manakala lelaki sedang berdiri.
“Lelaki itu membuka pintu dan pemeriksaan lanjut menemui wanita terbabit berada di bilik air dipercayai mahu menyalin pakaian.
“Soal siasat mendapati pasangan terbabit mengaku sudah melakukan mukadimah zina, tapi berhenti apabila bilik hotel mereka diketuk.
“Siasatan lanjut mendapati pasangan itu tiada hubungan mahram dan lelaki berkenaan bukan Islam,” katanya.
Rahimin berkata, wanita itu yang juga pekerja kilang merayu agar tidak memberitahu suaminya bahawa dia ditahan dengan memberi alasan mereka pertama kali tidur bersama.
Katanya, siasatan mendapati wanita itu bekerja syif malam dan singgah di hotel berkenaan bersama lelaki terbabit dengan keretanya.
“ Pasangan itu mendakwa baru dua bulan berkenalan, tapi bekerja di kilang berasingan.
“Lelaki itu juga sudah berumah tangga dan isterinya di Bangladesh,” katanya.
Beliau berkata, pasangan terbabit ditahan mengikut Seksyen 53, Enakmen Kesalahan Syariah Negeri Melaka 1991, kerana bersekediaman dengan bukan mahram.
“Sabit kesalahan boleh didenda RM3,000 atau penjara 24 bulan atau kedua-duanya,” katanya
Read More.. Baca selengkapnya..
Sex depan Kamera Web
KUALA LUMPUR: “Dia pernah paksa saya lakukan persetubuhan di depan web cam (kamera web) untuk disaksikan orang lain. Saya terpaksa menurut kehendaknya jika tidak dia akan mengamuk,” kata isteri ‘Jutawan Lubnan’, ketika memberi keterangan dalam permohonan cerai fasakh di Mahkamah Rendah Syariah Wilayah Persekutuan, semalam.
Plaintif, Farinnie Mohd Farid, 24, yang memohon membubarkan perkahwinannya dengan Elie Yousseff Najem, 50, berkata sepanjang perkahwinan mereka, dia juga dianiaya secara seksual oleh defendan yang dinikahinya pada 6 Oktober 2005. “Walaupun saya datang haid, dia akan paksa saya untuk ‘bersamanya’. Ketika lepas pantang juga dia sering liwat saya,” kata Farinnie.
Kes itu didengar di hadapan Hakim Mamat Haizan Salleh, manakala defendan yang tidak hadir ke mahkamah tidak diwakili peguam.
Sepanjang perkahwinan mereka, pasangan itu dikurniakan dua cahaya mata Prince Kovadis Elias Youssef Najem, 3, dan Nur Analeeza Sofya, 2. Selain itu Farinnie mendakwa suaminya cuai dalam memberi nafkah, sering menganiayanya dan tingkah lakunya bertentang dengan ajaran Islam.
Read More.. Baca selengkapnya..
Plaintif, Farinnie Mohd Farid, 24, yang memohon membubarkan perkahwinannya dengan Elie Yousseff Najem, 50, berkata sepanjang perkahwinan mereka, dia juga dianiaya secara seksual oleh defendan yang dinikahinya pada 6 Oktober 2005. “Walaupun saya datang haid, dia akan paksa saya untuk ‘bersamanya’. Ketika lepas pantang juga dia sering liwat saya,” kata Farinnie.
Kes itu didengar di hadapan Hakim Mamat Haizan Salleh, manakala defendan yang tidak hadir ke mahkamah tidak diwakili peguam.
Sepanjang perkahwinan mereka, pasangan itu dikurniakan dua cahaya mata Prince Kovadis Elias Youssef Najem, 3, dan Nur Analeeza Sofya, 2. Selain itu Farinnie mendakwa suaminya cuai dalam memberi nafkah, sering menganiayanya dan tingkah lakunya bertentang dengan ajaran Islam.
Read More.. Baca selengkapnya..
Kisah Gay di Malaysia
Kemelut seks abnormal makin mengancam dunia. Gejala homoseksual mempunyai sejarah tersendiri. Manusia pernah ditimpa musibah besar angkara gejala itu sebagaimana peristiwa Nabi Luth dan apa yang berlaku di bandar Pompei, Itali.
Namun manusia kembali leka. Hari ini, gejala tersebut begitu berleluasa. Ia bukan lagi tertumpu di negara sekular malah merebak ke negara-negara Islam. Saiz komuniti homoseksual sama ada gay mahu pun lesbian kian membesar di seluruh dunia, menjadi satu angkatan yang seakan tidak terhalang ledakannya.
Walaupun tergolong sebagai manusia bermoral rendah, celaru dan gagal memahami fungsi seksual diri sendiri, makin ramai daripada pengamal homoseksual diangkat menjadi pemimpin.
Meskipun agama tidak membenarkan dan majoriti masyarakat menolak golongan itu menjadi pemimpin, namun di Barat, ramai daripada mereka sudah ke persada kuasa. Jumlah yang menjadi Datuk Bandar, Senator, Gabenor, Menteri malah Perdana Menteri, bertambah dengan agak mendadak. Itu belum menyentuh kelompok lain terutama personaliti dunia hiburan Barat, yang jauh menonjol. (Kebanyakan mereka pada mulanya menafikan terlibat, namun akhirnya membuat pengakuan sebagai gay atau lesbian.)
Perkahwinan sejenis bukan lagi sesuatu yang janggal. Perjuangan bagi menuntut hak untuk golongan tersebut, menampakkan banyak peningkatan. Di sebahagian negara Asia, memperjuangkan kepentingan golongan tersebut bukan lagi sesuatu yang tabu.
Jika gejala ini tidak mampu dibendung, apa akan jadi dengan masyarakat dunia pada 10, 25 tahun dan 50 tahun lagi? Tidakkah persekitaran dunia homoseksual ini akan membawa mudarat besar buat generasi anak dan cucu kita?
Awang lontarkan pertanyaan ini kerana sesungguhnya terlalu banyak persoalan yang berlegar berhubung isu ancaman homoseksual kepada umat manusia termasuk di negara ini.
Di Malaysia, Awang difahamkan, ramai anak muda sudah terjebak dengan gejala itu. Kelab-kelab, spa dan rumah urut gay beroperasi secara tertutup dalam apa yang dianggap sebagai gerakan gay underground.
Internet turut menjadi senjata bagi golongan gay untuk mempromosi kegiatan dan budaya golongan tersebut menerusi laman web tertentu. Awang tidak pasti sejauh manakah pihak berkuasa memantau hal ini. Tetapi berdasarkan laman web itu dan banyak petunjuk lagi, boleh dirumuskan bahawa pasangan gay dan lesbian makin bebas melakukan aktiviti seks luar tabii. Sedangkan tindakan penguatkuasaan amat terhad malah cukup kompleks untuk menanganinya. Kalau dahulu lelaki dan wanita boleh ditangkap kerana bersekududukan tetapi apa tindakan pihak berkuasa agama jika sesama lelaki bersekedudukan?
Sama ada disedari atau tidak, di Malaysia, golongan tersebut semakin berpengaruh. Pengamal homoseksual yang kononnya punya merit, akan diangkat sebagai hero. Berdasarkan kajian tertentu, golongan berkenaan sanggup melakukan apa sahaja bagi mempertahankan kehidupan homoseksual termasuk sesiapa yang menjadi ikon mereka.
Awang sudah tidak larat mendengus dan menggeleng kepala apabila mendengar 1001 cerita tentang gejala tersebut di tanah air ini. Kalau dibongkar habis-habisan, pasti ia lebih menggerunkan. Mungkin sama dahsyat dengan keadaan di Uganda. Cabarannya, berapa banyak lagi yang kita tidak tahu tentang gejala tersebut. Lebih mengganggu fikiran Awang ialah musibah apa yang bakal menanti kita jika fenomena homoseksual ini sudah tidak terbendung?
Read More.. Baca selengkapnya..
Namun manusia kembali leka. Hari ini, gejala tersebut begitu berleluasa. Ia bukan lagi tertumpu di negara sekular malah merebak ke negara-negara Islam. Saiz komuniti homoseksual sama ada gay mahu pun lesbian kian membesar di seluruh dunia, menjadi satu angkatan yang seakan tidak terhalang ledakannya.
Walaupun tergolong sebagai manusia bermoral rendah, celaru dan gagal memahami fungsi seksual diri sendiri, makin ramai daripada pengamal homoseksual diangkat menjadi pemimpin.
Meskipun agama tidak membenarkan dan majoriti masyarakat menolak golongan itu menjadi pemimpin, namun di Barat, ramai daripada mereka sudah ke persada kuasa. Jumlah yang menjadi Datuk Bandar, Senator, Gabenor, Menteri malah Perdana Menteri, bertambah dengan agak mendadak. Itu belum menyentuh kelompok lain terutama personaliti dunia hiburan Barat, yang jauh menonjol. (Kebanyakan mereka pada mulanya menafikan terlibat, namun akhirnya membuat pengakuan sebagai gay atau lesbian.)
Perkahwinan sejenis bukan lagi sesuatu yang janggal. Perjuangan bagi menuntut hak untuk golongan tersebut, menampakkan banyak peningkatan. Di sebahagian negara Asia, memperjuangkan kepentingan golongan tersebut bukan lagi sesuatu yang tabu.
Jika gejala ini tidak mampu dibendung, apa akan jadi dengan masyarakat dunia pada 10, 25 tahun dan 50 tahun lagi? Tidakkah persekitaran dunia homoseksual ini akan membawa mudarat besar buat generasi anak dan cucu kita?
Awang lontarkan pertanyaan ini kerana sesungguhnya terlalu banyak persoalan yang berlegar berhubung isu ancaman homoseksual kepada umat manusia termasuk di negara ini.
Di Malaysia, Awang difahamkan, ramai anak muda sudah terjebak dengan gejala itu. Kelab-kelab, spa dan rumah urut gay beroperasi secara tertutup dalam apa yang dianggap sebagai gerakan gay underground.
Internet turut menjadi senjata bagi golongan gay untuk mempromosi kegiatan dan budaya golongan tersebut menerusi laman web tertentu. Awang tidak pasti sejauh manakah pihak berkuasa memantau hal ini. Tetapi berdasarkan laman web itu dan banyak petunjuk lagi, boleh dirumuskan bahawa pasangan gay dan lesbian makin bebas melakukan aktiviti seks luar tabii. Sedangkan tindakan penguatkuasaan amat terhad malah cukup kompleks untuk menanganinya. Kalau dahulu lelaki dan wanita boleh ditangkap kerana bersekududukan tetapi apa tindakan pihak berkuasa agama jika sesama lelaki bersekedudukan?
Sama ada disedari atau tidak, di Malaysia, golongan tersebut semakin berpengaruh. Pengamal homoseksual yang kononnya punya merit, akan diangkat sebagai hero. Berdasarkan kajian tertentu, golongan berkenaan sanggup melakukan apa sahaja bagi mempertahankan kehidupan homoseksual termasuk sesiapa yang menjadi ikon mereka.
Awang sudah tidak larat mendengus dan menggeleng kepala apabila mendengar 1001 cerita tentang gejala tersebut di tanah air ini. Kalau dibongkar habis-habisan, pasti ia lebih menggerunkan. Mungkin sama dahsyat dengan keadaan di Uganda. Cabarannya, berapa banyak lagi yang kita tidak tahu tentang gejala tersebut. Lebih mengganggu fikiran Awang ialah musibah apa yang bakal menanti kita jika fenomena homoseksual ini sudah tidak terbendung?
Read More.. Baca selengkapnya..
Ustazah Lemas, Suami di Mekkah!
KUALA LUMPUR: Dia seorang ustazah bertudung labuh yang berkelulusan dalam bidang agama dari sebuah universiti di Timur Tengah, sebelum ini mengajar di sebuah masjid dan sebuah sekolah rendah di Kota Tinggi, Johor, serta bersuamikan seorang ustaz yang disegani di daerah itu.
Bagaimanapun, di sebalik perwatakan lembut dan alim, ustazah berusia 35 tahun itu sanggup menconteng arang di muka keluarga dan suaminya, apabila ditangkap khalwat bersama seorang duda sebayanya, yang juga bekas rakan sekolahnya dan suami.
Ustazah yang memiliki latar belakang yang kuat berpegang kepada ajaran agama itu memberi alasan kononnya dia tertekan akibat suaminya berpoligami sehingga sanggup menjalinkan hubungan cinta dengan duda terbabit dan lebih mengejutkan, mereka dipercayai pernah beberapa kali terlanjur.
Tembelang ustazah terbabit pecah apabila dia ditangkap khalwat ketika berdua-duaan dengan duda itu, baru-baru ini dan mereka dilaporkan mengambil masa hampir setengah jam sebelum membuka pintu rumah kedai yang didiami dengan kedua-duanya dalam keadaan berpakaian lengkap.
Menurut sumber, lebih menyedihkan, ketika kejadian, suami ustazah terbabit berada di Makkah untuk menunaikan haji.
Katanya, sejurus ditangkap berkhalwat, ustazah terbabit menghubungi suaminya untuk memaklumkan kejadian dan terus meminta cerai.
Menurutnya, ustazah terbabit dan suaminya berkahwin pada 1997, tetapi tidak dikurniakan cahaya mata menyebabkan mereka mengambil dua anak angkat termasuk seorang daripadanya dipelihara sejak kecil.
“Wanita itu bertemu dengan duda yang juga bekas rakan sekolahnya ketika perlawanan boling pada awal tahun lalu dan sejak itu hubungan mereka semakin rapat apabila lelaki itu menjadi tempatnya mencurah perasaan dan menagih simpati.
“Ustazah itu memberitahu duda terbabit kononnya dia tertekan kerana suami berkahwin lain sedangkan sebelum ini, dia sendiri bersetuju serta membenarkan suaminya berpoligami dan mereka sama-sama ke mahkamah untuk menguruskan perkahwinan itu.
“Tetapi, sebagai seorang yang ada latar belakang agama, hubungan dengan lelaki lain bukan cara untuk mengatasi tekanan lebih-lebih lagi dia masih berstatus isteri orang dan perhubungan itu mendekatkan mereka dengan maksiat,” katanya.
Sumber itu berkata, selepas ditangkap, duda itu pula mengaku dia pernah terlanjur dengan wanita berkenaan, tetapi di pihak ustazah terbabit, dia masih mahu ‘menegakkan benang basah’ dan menyebarkan berita kononnya dia dianiaya.
Menurutnya, demi menjaga nama baik keluarga dan maruah isteri, suami ustazah terbabit membuat pengakuan kononnya membenarkan duda terbabit menjemput isterinya yang baru pulang daripada rombongan sekolah, sebelum mereka ditangkap khalwat.
Katanya, ketika ditangkap, pasangan terbabit memberi alasan duda terbabit datang untuk menghantarnya pulang ke rumah dan membantu mengangkat beg.
Sementara itu, Harian Metro difahamkan, ustazah terbabit dan pasangannya akan dihadapkan ke Mahkamah Rendah Syariah Kota Tinggi, pada 22 Mac ini, atas tuduhan berkhalwat.
Read More.. Baca selengkapnya..
Bagaimanapun, di sebalik perwatakan lembut dan alim, ustazah berusia 35 tahun itu sanggup menconteng arang di muka keluarga dan suaminya, apabila ditangkap khalwat bersama seorang duda sebayanya, yang juga bekas rakan sekolahnya dan suami.
Ustazah yang memiliki latar belakang yang kuat berpegang kepada ajaran agama itu memberi alasan kononnya dia tertekan akibat suaminya berpoligami sehingga sanggup menjalinkan hubungan cinta dengan duda terbabit dan lebih mengejutkan, mereka dipercayai pernah beberapa kali terlanjur.
Tembelang ustazah terbabit pecah apabila dia ditangkap khalwat ketika berdua-duaan dengan duda itu, baru-baru ini dan mereka dilaporkan mengambil masa hampir setengah jam sebelum membuka pintu rumah kedai yang didiami dengan kedua-duanya dalam keadaan berpakaian lengkap.
Menurut sumber, lebih menyedihkan, ketika kejadian, suami ustazah terbabit berada di Makkah untuk menunaikan haji.
Katanya, sejurus ditangkap berkhalwat, ustazah terbabit menghubungi suaminya untuk memaklumkan kejadian dan terus meminta cerai.
Menurutnya, ustazah terbabit dan suaminya berkahwin pada 1997, tetapi tidak dikurniakan cahaya mata menyebabkan mereka mengambil dua anak angkat termasuk seorang daripadanya dipelihara sejak kecil.
“Wanita itu bertemu dengan duda yang juga bekas rakan sekolahnya ketika perlawanan boling pada awal tahun lalu dan sejak itu hubungan mereka semakin rapat apabila lelaki itu menjadi tempatnya mencurah perasaan dan menagih simpati.
“Ustazah itu memberitahu duda terbabit kononnya dia tertekan kerana suami berkahwin lain sedangkan sebelum ini, dia sendiri bersetuju serta membenarkan suaminya berpoligami dan mereka sama-sama ke mahkamah untuk menguruskan perkahwinan itu.
“Tetapi, sebagai seorang yang ada latar belakang agama, hubungan dengan lelaki lain bukan cara untuk mengatasi tekanan lebih-lebih lagi dia masih berstatus isteri orang dan perhubungan itu mendekatkan mereka dengan maksiat,” katanya.
Sumber itu berkata, selepas ditangkap, duda itu pula mengaku dia pernah terlanjur dengan wanita berkenaan, tetapi di pihak ustazah terbabit, dia masih mahu ‘menegakkan benang basah’ dan menyebarkan berita kononnya dia dianiaya.
Menurutnya, demi menjaga nama baik keluarga dan maruah isteri, suami ustazah terbabit membuat pengakuan kononnya membenarkan duda terbabit menjemput isterinya yang baru pulang daripada rombongan sekolah, sebelum mereka ditangkap khalwat.
Katanya, ketika ditangkap, pasangan terbabit memberi alasan duda terbabit datang untuk menghantarnya pulang ke rumah dan membantu mengangkat beg.
Sementara itu, Harian Metro difahamkan, ustazah terbabit dan pasangannya akan dihadapkan ke Mahkamah Rendah Syariah Kota Tinggi, pada 22 Mac ini, atas tuduhan berkhalwat.
Read More.. Baca selengkapnya..
Senin, 01 Maret 2010
Kesabaran Orang Melayu Kian Menipis
Gelagat sesetengah ahli politik alternatif tertentu kebelakangan ini cukup melampau. Institusi Raja-Raja Melayu dipolemikkan secara kurang ajar. Soal-soal pribumi dipertikaikan secara provokatif. Orang Melayu yang bersuara untuk mempertahankan hak-hak bangsanya dilabelkan sebagai rasis. Pihak-pihak yang membakar kemarahan orang Melayu mendabik dada dan menganggap dirinya sebagai pejuang kesaksamaan dan kesamarataan. Ironinya, ada juga segelintir pemimpin politik Melayu dan umat Melayu tertentu yang turut menyokong seluruh tindakan anti-Melayu ini kononnya atas dasar liberalisme dan pragmatisme.
Sebagai individu yang didewasakan di era penjajah dan kemudiannya menceburi alam kerjaya---profesional dan politik---di era merdeka, saya amat terganggu dengan perkembangan mutakhir ini yang bertitik tolak daripada apa yang didakwa sebagai era keterbukaan yang dilakukan sejak 2004.
Tetapi, ini tidak bererti saya menentang keterbukaan. Apa yang saya kesali hanyalah keterbukaan yang dilakukan semata-mata untuk menutup sesuatu kelemahan pimpinan tertentu, keterbukaan yang tidak secocok dengan tuntutan keselamatan negara, keterbukaan yang memberikan muka kepada pertubuhan haram tertentu walaupun ianya telah mengheret negara ini ke arena antarabangsa dengan tuduhan kononnya Perlembagaan Persekutuan adalah menindas sesetengah kaum, keterbukaan yang double-standard di mana anak-anak muda di Terengganu diburu ”ibarat sampai ke lubang cacing” kononnya atas jenayah membakar Jalur Gemilang sementara penunjuk perasaan di sebuah ladang babi di Melaka yang menginjak-injak Jalur Gemilang di hadapan sekumpulan pegawai pemerintah dibiarkan bebas tanpa hukuman, keterbukaan yang mengizinkan peguam pemerhati untuk mengujjah perbicaraan kes murtad, keterbukaan yang menghalalkan hukuman selektif ke atas individu tertentu yang terbukti terbabit dengan rasuah politik, keterbukaan di mana individu yang terbukti rasuah masih dikekalkan dengan tanggungjawab memimpin negeri dan rakyat, keterbukaan di mana soal kronisme dilindungi dan kebenaran disanggah secara habis-habisan walaupun tindakan itu telah melunturkan keyakinan segolongan rakyat terhadap pemerintah.
Keterbukaan ini sedang menjadi senjata yang makan tuan. Mangsanya adalah orang Melayu dan umat Islam. Sebilangan orang Melayu di sebuah negeri tertentu dikatakan sedang beramai-ramai meninggalkan parti politik mereka untuk mendampingi sebuah parti yang baru. Hak-hak Melayu dalam Perlembagaan Persekutuan dipertikaikan. Kerajaan dituduh sebagai pendukung dasar apartheid. Bumiputera dipanggil babiputra. Hak orang Melayu menerima biasiswa yang dilindungi oleh perlembagaan diasak dan didesak atas prinsip meritokrasi. Urusan pentadbiran Islam di sebuah negeri tertentu diganggu-gugat oleh sesetengah pihak bukan Islam. Tulisan Cina dan Tamil cuba dimasyarakatkan menerusi papan tanda jalan (walaupun gagal untuk dilaksanakan, percubaannya cukup simbolik untuk membuktikan niatnya!).
Pada waktu yang sama, undang-undang preventif seperti ISA diperjuangkan secara bermati-matian supaya dimansuhkan. Pihak yang mempertahankannya walaupun dengan beberapa cadangan untuk pindaan yang wajar, dituduh sebagai kuno dan anti hak asasi kemanusiaan sejagat. Pihak yang cuba menansuhkan ISA atas alasan yang cetek dan tanpa memahami rasional penting undang-undang ini pula disokong dan dilonjakkan sebagai wira.
Ke mana akhirnya Malaysia, orang Melayu, umat Islam dan bumiputra jika perkembangan mutakhir seperti ini terus berlarutan? Jika Lee Kuan Yew yang mempertikaikan seluruh hak Melayu, Agama Islam, Bahasa Melayu dan Raja-Raja Melayu yang termaktub dalam Perlembagaan Persekutuan pada 1964, kita faham mengapa beliau bertindak sedemikian. Beliau memperjuangkan Konsep Malaysian Malaysia dan tergamak mengguris hati dan jiwa orang Melayu pada ketika itu atas desakan elemen-elemen komunis yang menganggotai PAP. Tetapi, apakah rasional terkini yang menyebabkan elemen-elemen Malaysian Malaysia kembali menggugat orang Melayu pada hari ini? Adakah ini bermakna bahawa sesetengah parti politik tertentu di negara ini sedang melalui renaissance anti-Melayu kerana kerajaan yang memberikan keterbukaan mulai 2004 kini dianggap lemah dan boleh diugut serta digugat secara berterusan?
Jika tidak begitu hakikatnya, mengapakah kini wujud kebimbangan di kalangan sesetengah pihak orang Melayu bahawa negara ini mungkin akan menghadapi satu lagi tragedi kaum tidak lama lagi? Saya persoalkan kemungkinan ini bukan untuk menghasut. Tetapi, apabila ada pihak sudah tergamak untuk menulis---biarpun secara bertopeng dan menerusi blog clandestine---bahawa bumiputra adalah babiputra, bila secara terang-terangan hak-hak bumiputra dan Melayu dipertikaikan pada setiap masa, tidak mungkinkah ada golongan bumiputra yang akan menerima provokasi ini menerusi manifestasi keganasan? Dan, jika Raja-Raja Melayu pun sudah mengulangi semula wasiat keramat yang menunjangi kemerdekaan tanah air ini pada 1957 supaya wasiat itu difahami dan dihayati oleh seluruh rakyat Malaysia tanpa mengira kaum, salahkan untuk sesiapa yang prihatin untuk mentafsir bahawa keadaan etnisiti di negara ini memang sedang menuju suatu musibah yang serius?
Inilah cabaran terbesar di Malaysia pada hari ini. Di samping masalah perut rakyat yang sentiasa digugat oleh konstrain ekonomi, di samping retorika pemerintah yang masih belum menyelesaikan soal perut dan sandang-pangan rakyat dengan sepenuhnya, di samping perasaan sesetengah orang Melayu yang kini sedang diancam keterbukaan songsang mulai 2004, inilah cabaran yang mesti diakui sebagai ancaman utama dalam tempoh terdekat ini.
Lantas, apakah objek rujukan untuk menangani perkembangan seperti ini? Apakah nilai-nilai teras yang mesti dipertahankan di sini? Bagaimanakah kerajaan selaku securitizing authority kepada keselamatan negara akan bertindak dalam situasi seperti ini? Dan, apa pula pendekatan terbaik dan berkesan untuk menghapuskan fenomena ini?
Sumber : http://kudakepang.blogspot.com
Read More.. Baca selengkapnya..
Sebagai individu yang didewasakan di era penjajah dan kemudiannya menceburi alam kerjaya---profesional dan politik---di era merdeka, saya amat terganggu dengan perkembangan mutakhir ini yang bertitik tolak daripada apa yang didakwa sebagai era keterbukaan yang dilakukan sejak 2004.
Tetapi, ini tidak bererti saya menentang keterbukaan. Apa yang saya kesali hanyalah keterbukaan yang dilakukan semata-mata untuk menutup sesuatu kelemahan pimpinan tertentu, keterbukaan yang tidak secocok dengan tuntutan keselamatan negara, keterbukaan yang memberikan muka kepada pertubuhan haram tertentu walaupun ianya telah mengheret negara ini ke arena antarabangsa dengan tuduhan kononnya Perlembagaan Persekutuan adalah menindas sesetengah kaum, keterbukaan yang double-standard di mana anak-anak muda di Terengganu diburu ”ibarat sampai ke lubang cacing” kononnya atas jenayah membakar Jalur Gemilang sementara penunjuk perasaan di sebuah ladang babi di Melaka yang menginjak-injak Jalur Gemilang di hadapan sekumpulan pegawai pemerintah dibiarkan bebas tanpa hukuman, keterbukaan yang mengizinkan peguam pemerhati untuk mengujjah perbicaraan kes murtad, keterbukaan yang menghalalkan hukuman selektif ke atas individu tertentu yang terbukti terbabit dengan rasuah politik, keterbukaan di mana individu yang terbukti rasuah masih dikekalkan dengan tanggungjawab memimpin negeri dan rakyat, keterbukaan di mana soal kronisme dilindungi dan kebenaran disanggah secara habis-habisan walaupun tindakan itu telah melunturkan keyakinan segolongan rakyat terhadap pemerintah.
Keterbukaan ini sedang menjadi senjata yang makan tuan. Mangsanya adalah orang Melayu dan umat Islam. Sebilangan orang Melayu di sebuah negeri tertentu dikatakan sedang beramai-ramai meninggalkan parti politik mereka untuk mendampingi sebuah parti yang baru. Hak-hak Melayu dalam Perlembagaan Persekutuan dipertikaikan. Kerajaan dituduh sebagai pendukung dasar apartheid. Bumiputera dipanggil babiputra. Hak orang Melayu menerima biasiswa yang dilindungi oleh perlembagaan diasak dan didesak atas prinsip meritokrasi. Urusan pentadbiran Islam di sebuah negeri tertentu diganggu-gugat oleh sesetengah pihak bukan Islam. Tulisan Cina dan Tamil cuba dimasyarakatkan menerusi papan tanda jalan (walaupun gagal untuk dilaksanakan, percubaannya cukup simbolik untuk membuktikan niatnya!).
Pada waktu yang sama, undang-undang preventif seperti ISA diperjuangkan secara bermati-matian supaya dimansuhkan. Pihak yang mempertahankannya walaupun dengan beberapa cadangan untuk pindaan yang wajar, dituduh sebagai kuno dan anti hak asasi kemanusiaan sejagat. Pihak yang cuba menansuhkan ISA atas alasan yang cetek dan tanpa memahami rasional penting undang-undang ini pula disokong dan dilonjakkan sebagai wira.
Ke mana akhirnya Malaysia, orang Melayu, umat Islam dan bumiputra jika perkembangan mutakhir seperti ini terus berlarutan? Jika Lee Kuan Yew yang mempertikaikan seluruh hak Melayu, Agama Islam, Bahasa Melayu dan Raja-Raja Melayu yang termaktub dalam Perlembagaan Persekutuan pada 1964, kita faham mengapa beliau bertindak sedemikian. Beliau memperjuangkan Konsep Malaysian Malaysia dan tergamak mengguris hati dan jiwa orang Melayu pada ketika itu atas desakan elemen-elemen komunis yang menganggotai PAP. Tetapi, apakah rasional terkini yang menyebabkan elemen-elemen Malaysian Malaysia kembali menggugat orang Melayu pada hari ini? Adakah ini bermakna bahawa sesetengah parti politik tertentu di negara ini sedang melalui renaissance anti-Melayu kerana kerajaan yang memberikan keterbukaan mulai 2004 kini dianggap lemah dan boleh diugut serta digugat secara berterusan?
Jika tidak begitu hakikatnya, mengapakah kini wujud kebimbangan di kalangan sesetengah pihak orang Melayu bahawa negara ini mungkin akan menghadapi satu lagi tragedi kaum tidak lama lagi? Saya persoalkan kemungkinan ini bukan untuk menghasut. Tetapi, apabila ada pihak sudah tergamak untuk menulis---biarpun secara bertopeng dan menerusi blog clandestine---bahawa bumiputra adalah babiputra, bila secara terang-terangan hak-hak bumiputra dan Melayu dipertikaikan pada setiap masa, tidak mungkinkah ada golongan bumiputra yang akan menerima provokasi ini menerusi manifestasi keganasan? Dan, jika Raja-Raja Melayu pun sudah mengulangi semula wasiat keramat yang menunjangi kemerdekaan tanah air ini pada 1957 supaya wasiat itu difahami dan dihayati oleh seluruh rakyat Malaysia tanpa mengira kaum, salahkan untuk sesiapa yang prihatin untuk mentafsir bahawa keadaan etnisiti di negara ini memang sedang menuju suatu musibah yang serius?
Inilah cabaran terbesar di Malaysia pada hari ini. Di samping masalah perut rakyat yang sentiasa digugat oleh konstrain ekonomi, di samping retorika pemerintah yang masih belum menyelesaikan soal perut dan sandang-pangan rakyat dengan sepenuhnya, di samping perasaan sesetengah orang Melayu yang kini sedang diancam keterbukaan songsang mulai 2004, inilah cabaran yang mesti diakui sebagai ancaman utama dalam tempoh terdekat ini.
Lantas, apakah objek rujukan untuk menangani perkembangan seperti ini? Apakah nilai-nilai teras yang mesti dipertahankan di sini? Bagaimanakah kerajaan selaku securitizing authority kepada keselamatan negara akan bertindak dalam situasi seperti ini? Dan, apa pula pendekatan terbaik dan berkesan untuk menghapuskan fenomena ini?
Sumber : http://kudakepang.blogspot.com
Read More.. Baca selengkapnya..
Minggu, 28 Februari 2010
Tubuh Gadis Habuan Abang Kandung n Boyfriend
KUALA TERENGGANU: Ibarat keluar mulut buaya, masuk mulut harimau. Begitulah nasib malang dilalui seorang gadis yang menjadi mangsa kerakusan abang kandungnya sejak usia sembilan tahun dan tragedi hitam itu terus berulang sehingga usianya menginjak 19 tahun.
Lebih malang, teman lelaki yang berjanji mahu mengahwininya, turut mengambil kesempatan merogolnya.
Kerana bimbang dibunuh jika mendedahkan rahsia hubungan terlarang itu kepada ibu bapanya, dia terpaksa memendam penderitaan dan sehingga kini perbuatan jijik abang kandungnya itu masih tersimpan kemas.
Menceritakan semula detik hitam itu, gadis malang berusia 21 tahun yang hanya mahu dikenali sebagai Tina berkata, dia tidak menyangka liku hidupnya begitu berat sehingga pernah terdetik membunuh diri sebagai jalan penyelesaian. Katanya, paling mengecewakan apabila lelaki yang disangka dapat membimbingnya kembali ke jalan benar rupa-rupanya seorang penagih dadah yang mengambil kesempatan terhadap dirinya.
“Apabila bersendirian saya jadi gelisah terbayangkan detik hitam dirogol teman lelaki yang berpura-pura mahu menolong, sebaliknya dia berniat jahat mempermainkan saya.
“Akibat tidak tahan sikap teman lelaki yang terbabit penyalahgunaan dadah serta memperlakukan saya seperti hamba seks, saya memutuskan hubungan dengannya,” katanya ketika ditemui Harian Metro, baru-baru ini.
Menurutnya, tanpa berfikir panjang dia terus menurut kehendak bekas kekasihnya dan tiba-tiba dia memintanya berbincang dalam bilik atas alasan mahukan privasi.
Katanya, sebaik memasuki bilik berkenaan, dirinya seperti hilang ingatan akibat dipukau dan tidak tahu apa yang dilakukan sehinggalah tersedar daripada tidur kira-kira dua jam kemudian tanpa seurat benang dipercayai dirogol lelaki terbabit.
“Saya menangis sepuas hati ketika itu dan melihatkan keadaan itu dia berjanji bertanggungjawab jika berlaku apa-apa terhadap saya selepas itu.
“Namun apa yang mengecewakan, dia mengaku berbuat begitu disebabkan marah kerana saya memutuskan hubungan dengannya,” katanya.
Tina berkata, jiwanya semakin resah apabila lima bulan kemudian dia mengalami perubahan ketara seperti tidak tahan bau ikan serta sering muntah dan pening kepala.
Dia berkata, selepas diberitahu ibu saudara dan mendapat maklumat daripada pembacaan barulah dia sedar dirinya hamil dan membuat pemeriksaan di hospital untuk pengesahan.
“Luluh hati saya apabila doktor mengesahkan saya hamil lima bulan dan dunia terasa gelap ketika itu. Lebih teruk, terdetik di hati saya ingin membunuh diri untuk lari daripada masalah itu, namun apabila memikirkan nasib bayi yang tidak bersalah, saya jadi tidak keruan dan fikiran berkecamuk.
“Paling menyedihkan, bekas teman lelaki enggan bertanggungjawab dan menafikan anak dalam kandungan itu benihnya,” katanya.
Tina berkata, dia seperti hilang akal apabila tidak dapat menerima hakikat dirinya ditimpa malang berganda, namun atas sokongan keluarga dia akur dengan takdir serta bertekad menjaga anaknya itu.
Menurut Tina, dia berasa dunia hampir kiamat apabila tekadnya memelihara anak dalam kandungan tidak kesampaian apabila bayi berkenaan lahir tidak cukup bulan dan meninggal dunia pada Februari tahun lalu, manakala bekas teman lelaki pula dihukum penjara atas kesalahan merogolnya pada 2008.
“Bayangkanlah ketika itu mayat anak saya dibungkus dan dimasukkan dalam beg pakaian sebelum dibawa pulang ibu dari hospital dengan menaiki bas untuk dikebumikan di kampung tanpa pengetahuan orang lain. Saya menangis sendiri bila mengenangkan peristiwa itu,” katanya.
Selepas kejadian itu, Tina bertekad meneruskan kehidupannya walaupun ramai menghina termasuk bekas teman lelakinya dan dia kini sudah bekerja sebagai pengasuh kanak-kanak serta menemui cinta sejati dengan seorang lelaki yang memahaminya.
Read More.. Baca selengkapnya..
Lebih malang, teman lelaki yang berjanji mahu mengahwininya, turut mengambil kesempatan merogolnya.
Kerana bimbang dibunuh jika mendedahkan rahsia hubungan terlarang itu kepada ibu bapanya, dia terpaksa memendam penderitaan dan sehingga kini perbuatan jijik abang kandungnya itu masih tersimpan kemas.
Menceritakan semula detik hitam itu, gadis malang berusia 21 tahun yang hanya mahu dikenali sebagai Tina berkata, dia tidak menyangka liku hidupnya begitu berat sehingga pernah terdetik membunuh diri sebagai jalan penyelesaian. Katanya, paling mengecewakan apabila lelaki yang disangka dapat membimbingnya kembali ke jalan benar rupa-rupanya seorang penagih dadah yang mengambil kesempatan terhadap dirinya.
“Apabila bersendirian saya jadi gelisah terbayangkan detik hitam dirogol teman lelaki yang berpura-pura mahu menolong, sebaliknya dia berniat jahat mempermainkan saya.
“Akibat tidak tahan sikap teman lelaki yang terbabit penyalahgunaan dadah serta memperlakukan saya seperti hamba seks, saya memutuskan hubungan dengannya,” katanya ketika ditemui Harian Metro, baru-baru ini.
Menurutnya, tanpa berfikir panjang dia terus menurut kehendak bekas kekasihnya dan tiba-tiba dia memintanya berbincang dalam bilik atas alasan mahukan privasi.
Katanya, sebaik memasuki bilik berkenaan, dirinya seperti hilang ingatan akibat dipukau dan tidak tahu apa yang dilakukan sehinggalah tersedar daripada tidur kira-kira dua jam kemudian tanpa seurat benang dipercayai dirogol lelaki terbabit.
“Saya menangis sepuas hati ketika itu dan melihatkan keadaan itu dia berjanji bertanggungjawab jika berlaku apa-apa terhadap saya selepas itu.
“Namun apa yang mengecewakan, dia mengaku berbuat begitu disebabkan marah kerana saya memutuskan hubungan dengannya,” katanya.
Tina berkata, jiwanya semakin resah apabila lima bulan kemudian dia mengalami perubahan ketara seperti tidak tahan bau ikan serta sering muntah dan pening kepala.
Dia berkata, selepas diberitahu ibu saudara dan mendapat maklumat daripada pembacaan barulah dia sedar dirinya hamil dan membuat pemeriksaan di hospital untuk pengesahan.
“Luluh hati saya apabila doktor mengesahkan saya hamil lima bulan dan dunia terasa gelap ketika itu. Lebih teruk, terdetik di hati saya ingin membunuh diri untuk lari daripada masalah itu, namun apabila memikirkan nasib bayi yang tidak bersalah, saya jadi tidak keruan dan fikiran berkecamuk.
“Paling menyedihkan, bekas teman lelaki enggan bertanggungjawab dan menafikan anak dalam kandungan itu benihnya,” katanya.
Tina berkata, dia seperti hilang akal apabila tidak dapat menerima hakikat dirinya ditimpa malang berganda, namun atas sokongan keluarga dia akur dengan takdir serta bertekad menjaga anaknya itu.
Menurut Tina, dia berasa dunia hampir kiamat apabila tekadnya memelihara anak dalam kandungan tidak kesampaian apabila bayi berkenaan lahir tidak cukup bulan dan meninggal dunia pada Februari tahun lalu, manakala bekas teman lelaki pula dihukum penjara atas kesalahan merogolnya pada 2008.
“Bayangkanlah ketika itu mayat anak saya dibungkus dan dimasukkan dalam beg pakaian sebelum dibawa pulang ibu dari hospital dengan menaiki bas untuk dikebumikan di kampung tanpa pengetahuan orang lain. Saya menangis sendiri bila mengenangkan peristiwa itu,” katanya.
Selepas kejadian itu, Tina bertekad meneruskan kehidupannya walaupun ramai menghina termasuk bekas teman lelakinya dan dia kini sudah bekerja sebagai pengasuh kanak-kanak serta menemui cinta sejati dengan seorang lelaki yang memahaminya.
Read More.. Baca selengkapnya..
Langganan:
Postingan (Atom)
